LPPM STMIK PPKIA Tarakanita menghadiri acara BIMTEK OJS  Online Tingkat PTS yang diselenggarakan oleh Kopertis II Wilayah Kalimantan bekerjasama dengan Koordinator Daerah Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Kaltim, Ketua LPPM STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan (Hadriansa, M.Kom) yang hadir langsung dalam Acara tersebut, Bimbingan Tersebut Dilaksanakan mulai dari jam 09.00 sd jam 16.00. materi yang disampaikan mulai dari pembahasan undang –undang tenang jurnal sampai dengan dengan pengelolaan jurnal. Korda RJI Kaltim ( Dedi) berharap bahwa dengan adanya pelaksanaan Bimtek OJS Online ini, Peneliti PTS di wilayah Katim – Kaltara Dapat Meningat, Korda RJI juga berharap adanya pembentukan RJI diwilayah Kaltara. Hadriansa Merespon langsung dengan adanya penawaran pembentukan RJI Kaltara, Kami Siap membantu Kampus Kampus PTS di wilayah Kaltara kata, dan saya pribadi berterimakasih sebanyak banyaknya kepada Kopertis 11 Wilayah Kalimantan bersama dengan RJI Kaltim sudah memberikan Bimtek Selama 1 hari Kata Hadriansa. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa Perguruan Tinggi Swasta Kalimantan timur dan Kalimantan Utara.

 

 Kementrian Ristek Dikti mengadakan Wokrshop RAN HAM Pendidikan Tinggi pada  selama 2 hari mulai tanggal 7 Juli 2017 Sd 8 Juli 2018 yang dikoordinir langsung oleh Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Ristek Dikti, pelaksaan tersebut melibatkan semua perguruan tinggi Swasta dan Negeri di wilayah Kalimantan Utara.

Wakil Ketua II STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati (Muhammad, M.Kom ) Menugaskan Kepada Dosen Dosen dari masing-masing bagian yaitu Hadriansa, M.Kom (Ketua LPPM), Haryansyah, M.Kom ( Ketua Program Studi Teknik Informatika ), Aida Indriani ( Ketua Senat), Sinawati, M.Cs ( Ketua Program Studi Sistem Informasi), Evidianti Bintari, M.Kom ( Ketua Program Studi Manajemen Informatika), Kandi Harianto, M.Cs ( Bidang Kemahasiswaan),  dan Aidil, M.Kom (Bidang Kehumasan).

Dalam Acara tersebut ada tiga narasumber yang hadir untuk menyampaikan permasalahan-permasalahan HAM di dalam lingkungan Pendidikan Tinggi, antara lain.

-          Nilai-nilai HAM dalam penguatan Pendidikan yang Humanis dan Berkarakter Kebangsaan yang dibawakan langsung oleh Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M. Hum. (Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional )

-          Diskriminasi Dalam Pendidikan Tinggi : Pola Kecendrungan dan Orientasi oleh Dr. H.Jaka Triyana, S.H., LL.M., MA (Dosen Universitas Gajah Mada)

-          Diskriminasi dan Segregasi di Lingkungan Perguruan Tinggi : Perspektif Hukum dan Hak Asasi Manusia Oleh Dr. Supriyadi, S.H., M.Hum (Dosen Universitas Gajah Mada)

-          Pmbelajran dan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Generasi Milenial Oleh ( Yuli Fajar Susetyo, S.Psi., M.Si. Psi (Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gajah Madah

Selama 2 hari peserta diwajibkan bermalam di hotel untuk saling mengenal antar dosen dari Perguruan tinggi, dan membahas permasalahan permasalahan yang ada di dalam lingkungan kampus yang berhubungan dengan HAM, Riski Dahlan Salah Satu Mahasiswa STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Mempertanyakan Hak Mahasiswa untuk mendapatkan IPK tertinggi, disisi lain Organisasi Juga Lebih Penting, Menurut Riski Dahlan IPK Bukanlah Patokan Untuk Pencapaian Kesuksesan, tapi tentu harus di barengin dengan berbagai organisasi yang ada baik di dalam kampus maupun diluar kampus.

Muhammad, M.kom. Juga memberikan Pertanyaan kepada narasumber, tentang nilai IPK. Kenapa Kita selalu tuntut mahasiswa mendapatkan nilai IPK tinggi, karena Apabila Mahasiswa sudah Lulus, Para Pengguna Lulusan rata-rata yang dicari adalah nilai IPK bukan, Seharusnya Pemerintah itu menerbitkan undang-undang tentang perekrutan pekerjaan tidak berdasarkan IPK.